Jumlah investor pasar modal terus bertambah, dimana diketahui jumlahnya mencapai 8,1 juta SID hingga Februari 2022. Jumlah tersebut naik 8,2 persen dari posisi akhir pada Desember 2021 lalu yaitu sebanyak 7,5 juta SID.

Dari jumlah investor pasar modal tersebut, tercatat investor saham senilai 3,65 juta SID hingga Februari 2022 atau tumbuh 5,87 persen dibandingkan dengan di akhir 2021. Membahas soal saham, mungkin bagi para investor pemula terdapat istilah pasar modal yang masih terdengar asing seperti salah satunya terkait yang dimaksud lot saham.

Sebagaimana dikutip dari laman yuknabungsaham.idx.co.id, pada Minggu (6/3/2022), disebutkan bahwa saham menjadi bukti kepemilikan suatu perusahaan yang merupakan klaim atas penghasilan serta kekayaan perseroan. Pemilik saham berhak mendapatkan keuntungan sesuai dengan jumlah lembar saham yang dimilikinya.

Sebuah perusahaan yang sahamnya bisa dibeli investor di Bursa Efek Jakarta (BEI) disebut sebagai perusahaan tercatat. Saham sendiri adalah salah satu produk pasar modal yang menjadi salah satu instrument investasi jangka panjang.

Kemudian muncul pertanyaan, 1 lot berapa lembar saham? Perlu diketahui, 1 lot saham setara dengan 500 lembar saham. Kemudian pada 6 Januari 2014 muncul aturan baru yang mana diubahnya 1 lot yang asalnya 500 lembar menjadi 100 lembar saham.

Setelah itu, pada tahun 2019 sempat berhembus kabar bahwa BEI akan menyesuaikan jumlah lembar saham dalam 1 lot. Namun, hal itu belum juga terlaksana hingga saat ini karena mempertimbangkan efek dari perubahannya. Meski demikian, saham per lot memiliki harga yang berbeda – beda.

Saham memang dihitung per lembar, meski demikian investor tidak bisa melakukan transaksi saham di pasar modal Indonesia per lembar. Berdasarkan aturan BEI, investor baru bisa melakukan transaksi jual beli saham perusahaan terbuka di pasar regular dan pasar tunai apabila melakukannya minimal dalam 1 lot saham.

Adapun penentuan 1 lot berapa lembar saham oleh BEI memiliki 4 tujuan, diantaranya yaitu :

Menjaga Nominal Ideal Transaksi Saham

Tujuan pertama BEI menentukan 1 lot berapa lembar saham adalah untuk menjaga nominal ideal transaksi antara emiten, underwriter, serta investor.

Mempercepat Perusahaan Dalam Menerima Permodalan

Tujuan BEI menentukan 1 lot berapa lembar saham selanjutnya adalah untuk melindungi perusahaan dari investor yang kurang serius. Tujuan perusahaan menerapkan emisi saham adalah demi mendapatkan bantuan modal dalam jumlah yang besar.

Jika pihak BEI tidak menentukan berapa harga saham per lot, maka proses penjualan saham perusahaan bisa memakan waktu lebih lama.

Mempermudah Perhitungan Profit Investasi

Penentuan standar 1 lot saham berapa lembar yang dilakukan BEI juga akan membantu para pelaku pasar modal agar bisa dengan mudah menghitung profit investasi baik dari segi dividen maupun yieldnya.

Menarik Minat Investasi Masyarakat

Tujuan terakhir BEI menetapkan 1 lot saham berapa lembar adalah untuk menarik lebih banyak minat masyarakat berinvestasi.

Penting untuk diketahui, tidak semua negara memiliki ketentuan sama dengan Indonesia terkait lot ini. Contohnya, tidak ada istilah lot di Indonesia. Sehingga transaksi pembelian saham bisa dilakukan meskipun hanya selembar.

Sementara di Singapura, Malaysia, dan Tiongkok, mereka memiliki ketentuan sendiri di pasar modal yaitu satuan 100 lembar saham per lot. Kemudian di Hong Kong, tidak ada standar yang sama terkait lot. 1 lot disana bisa mengandung jumlah saham yang berbeda – beda, tergantung terhadap saham yang dimaksud.