Ucapan astaghfirullah kerap kita ucapkan ketika terjadi sesuatu yang tidak baik. Astaghfirullah merupakan amalan istighfar yang termasuk ke dalam amalan harian yang dianjurkan untuk diamalkan sebanyak-banyaknya. Agar pengucapan astaghfirullah tersebut sempurna, kita perlu mengetahui penulisan dan pelafalan yang benar dari amalan tersebut.

 

Istighfar dikenal sebagai amalan yang umum diucapkan ketika selesai melakukan ibadah sholat wajib. Selain itu, istighfar juga merupakan amalan ibadah atau perbuatan yang berisi permohonan ampun kepada Allah SWT.

 

Istighfar merupakan suatu dzikir memohon ampunan atas kesalahan atau kekhilafan yang pernah diperbuat. Karenanya beristighfar tidak hanya dianjurkan diamalkan setelah sholat saja tetapi juga setiap saat.

 

Kalimat istighfar sering kita lafalkan, namun terkadang kita masih bingung dalam mengaplikasikannya pada tulisan. Di bawah ini akan diulas tentang penulisan istighfar yang benar baik dalam tulisan Arab ataupun Latin. Ucapan astaghfirullah merupakan bahasa Arab yang diucapkan untuk menyatakan penyesalan setelah melakukan dosa atau sesuatu yang telah melewati batasan. Ucapan ini juga sering diucapkan ketika ekspresi tertentu seperti marah ataupun kaget.

 

Ucapan atau amalan astaghfirullah sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW, sebagaimana dijelaskan dalam hadist sahih berikut ini :

 

وَاللَّهِ إِنِّى لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِى الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً

 

Penulisan Astagfirullah yang Benar

 

Penulisan astagfirullah pendek

 

Arab :

 

اَسْتَغْفِرُالله

 

Latin :

 

astaghfirullah

 

Artinya :

 

“Aku memohon ampun kepada Allah”

 

Penulisan astagfirullah panjang

 

Arab :

 

اَسْتَغْفِرُالله الْعَظِيْمَ

 

Latin :

 

Astaghfirullahaladzim

 

Artinya :

 

“Aku memohon ampun kepada Allah yang MahaAgung”

 

Penulisan astagfirullah untuk dosa yang besar

 

Setiap manusia pasti memiliki dosa atas kesalahan yang diperbuat baik di sengaja maupun tidak. Namun Allah SWT yang Maha Pengasih dan Pengampun pastinya akan memaafkan atau mengampuni umatNya yang melakukan tobat dengan tulus dan benar-benar. Berikut adalah dzikir untuk memohon pengampunan atas dosa besar :

 

Arab :

 

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْه

 

Latin :

 

“Astaghfirullah, alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaih.”

 

Artinya :

 

“Aku memohon ampun kepada Allah, Dzat yang tidak ada sesembahan kecuali Dia. Yang Mahahidup lagi Maha Berdiri Sendiri. Dan aku bertaubat kepada-Nya.”

 

Ucapan astagfirullah saat tahiyat akhir

 

Kalimat astagfirullah juga diucapkanketika melakukan sholat tepatnya pada saat tahiya akhir,  yaitu :

 

Latin :

 

“Allahumma inni dhalamtu nafsi dhulman katsira, wala yaghfirudz dzunuba illa anta, faghfirlii maghfiratan min indik, warhamnii innaka antal ghafurur rahiim.”

 

Artinya:

 

“Ya Allah, sesungguhnya aku telah dhalim kepada diriku dengan kedhaliman yang banyak dan tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau. Ampunilah aku dengan ampunan dariMu dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

 

Terdapat pula doa sayyidul istighfardimana merupakan doa terbaik dan paling utama sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW. Berikut adalah doanya :

 

Latin :

 

“Allahumma anta Rabbi, La Ilaha illa anta, Khalaqtani wa ana abduka, wa ana ‘ala ahdika wa wa’dika, mas tatha’tu, audzu bika min syarri ma shana’tu, abu’u laka bi ni’matika wa abu’u laka bi dzanbi, faghfir li, fainnahu la yaghfirudz dzunuba illa anta.”

 

Artinya:

 

“Ya Allah, Engkaulah pemeliharaku. Tiada sesembahan kecuali Engkau. Engkau ciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Dan aku berada pada kesepakatan dan perjanjian denganMu, semampuku. Aku berlindung kepada Engkau dari keburukan yang aku perbuat. Aku bertaubat kepada-Mu dengan karunia-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu dengan dosaku. Maka, ampunilah aku karena tiada yang mampu mengampuni dosa kecuali Engkau.”